Tahun Ini Musim Hujan Lebih Pendek, Curah Tetap

SURABAYA – Tahun ini musim hujan diperkirakan berlangsung lebih pendek daripada biasanya. Sebab, ”masuknya” telat, berakhirnya tetap. Selain itu, curah hujan diperkirakan lebih lebat daripada tahun sebelumnya. Dengan waktu yang lebih sedikit, jumlah air hujan yang tercurah tetap sama.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMG Juanda Endro Tjahjono mengatakan, mestinya hujan turun pada akhir Oktober atau awal November. Namun, hujan ternyata turun pada akhir November atau awal Desember. Padahal, akhir musim hujan diprediksi terjadi April-Mei. Itu berarti musim hujan hanya berlangsung empat hingga empat setengah bulan.

Namun, kata Endro, pendeknya masa musim hujan tersebut justru membuat masyarakat harus lebih waspada. Sebab, kata dia, hujan itu seperti jatah. Porsinya sudah tetap. ”Meski rentang waktunya lebih pendek, jumlah hujan yang harus diturunkan masih sama,” katanya.

Karena itu, dia memprediksi curah hujan lebih lebat daripada biasanya. Hujan yang mestinya turun selama enam bulan tersebut ”dimampatkan” menjadi empat bulan. ”Hujan lebat akan sering terjadi,” imbuhnya.

Hujan lebat tersebut, kata Endro, dimulai pada Januari. Sebab, pada bulan itu curah hujan diprediksi sedang tinggi-tingginya. ”Sekarang masih belum. Paling antara curah hujan rendah sampai sedang,” ujarnya.

BMG Juanda memprediksi, terjadi kenaikan curah hujan yang lebih tinggi daripada tahun lalu di beberapa wilayah. Yakni, mulai Tuban, Bojonegoro, Lamongan Utara, hingga memasuki Surabaya bagian barat. Karena itu, dia berharap agar warga Surabaya Barat lebih waspada menghadapi musim hujan kali ini. Sebab, curah hujan yang datang akan lebih tinggi. Pihak-pihak terkait, kata Endro, harus melakukan beberapa persiapan khusus sebelum hujan tersebut terjadi. (aga/dos)

Sumber : Jawa Pos